banner 728x250

BNPT dan DFAT Australia Lakukan Konsultasi Bilateral Bahas Penanggulangan Terorisme

1.647 x dibaca
Kepala BNPT
Duta anti terorisme Australia Roger Noble saat berbincang dengan Kepala BNPT Irjen Pol Boy Rafli Amar.
banner 120x600
banner 468x60

Inisiatifnews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menghadiri pertemuan dengan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia. Pertemuan tersebut adalah upaya untuk menggerakkan sinergitas antar kedua negara sahabat itu dalam upaya penanggulangan terorisme.

Menurut Boy, pertemuan ke 8 Konsultasi Bilateral Kerja Sama Penanggulangan Terorisme Indonesia-Australia di Sydney, Australia tersebut adalah untuk memperkuat kerjasama antar lembaga kedua negara sahabat.

banner 325x300

“Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme dengan mengedepankan mekanisme dialog sebagaimana kita sepakati dalam Nota Kesepahaman sebelumnya,” Komjen Pol Boy Rafli Amar, Sydney, Australia, Selasa (12/4).

Dikatakan Boy, dialog kedua lembaga negara itu penting dilakukan dalam upaya anti-terorisme sebagaimana disepakati dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Republik Indonesia tentang Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Berbasis Kekerasan.

Konsultasi Bilateral merupakan pertemuan rutin tahunan kedua negara untuk membahas berbagai isu terorisme pada tingkat bilateral, regional dan internasional, serta saling berbagi informasi intelijen.

“Pertemuan ke-8 ini sejatinya dilaksanakan pada tahun 2021 namun sempat tertunda karena pandemi dan baru dapat dilaksanakan pada April tahun ini,” jelas jenderal polisi bintang tiga itu.

Dalam pertemuan ini, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala BNPT, dan Delegasi Australia yang bertindak sebagai tuan rumah dipimpin oleh Ambassador for Counter Terrorism, Roger Noble. Melalui sambutannya, Ambassador Roger Noble menekankan bahwa kerja sama internasional merupakan aspek penting dalam penanggulangan terorisme. Selain itu, penanggulangan terorisme tetap menjadi prioritas Australia terlepas dari pemerintahan terpilih dalam pemilihan umum di Australia tahun ini.

Terdapat empat agenda dalam pertemuan yang berdurasi lima jam tersebut, diantaranya: pandangan kedua delegasi dalam melihat tren ancaman pada lingkup global, regional dan domestik, informasi terkini mengenai kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia untuk memperkuat institusi peradilan dan keamanan atau Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ2), prioritas nasional dan bilateral kedua negara, serta perkembangan kepemimpinan kedua negara dalam forum internasional, dan beberapa program kerja sama penanggulangan terorisme kedua negara yang akan dilaksanakan tahun ini.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.