banner 728x250

Setop Demo 3 Periode, JAKPER : Rentan Ditunggangi

915 x dibaca
JAKPER
Konferensi pers JAKPER di Jakarta pada hari Selasa 12 April 2022.
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Juru bicara Jaringan Aktifis Pergerakan (JAKPER), Ahmad Rouf Qusyairi menilai, bahwa aksi-aksi yang membawa isu Presiden 3 Periode rentan sekali ditunggangi oleh kelompok tertentu yang mencari keuntungan pribadi.

“Aksi-aksi demontrasi menolak penundaan Pemilu atau jabatan Presiden 3 periode sangat rentan ditunggangi oleh kelompok politik tertentu dalam negeri maupun luar negeri, dalam rangka untuk membangun narasi yang men-downgrade pemerintah,” kata Rouf dalam keterangannya, Selasa (12/4).

banner 325x300

Tujuan yang paling utama dan sangat terlihat adalah perebutan kekuasaan semata, khususnya di momentum 2024 mendatang.

“Sehingga mereka mendapatkan keuntungan secara politik guna memperebutkan kekuasaan pada Pemilu 2024,” ujarnya.

Ia juga menuding elite politik yang menggelontorkan isu penundaan pemilu 2024 maupun perpanjang periode jabatan Presiden 3 Periode cenderung pendusta. Apalagi klaim-klaim yang dikemukakan tidak sesuai dengan fakta dan realita lapangan.

“Narasi politik yang bangun oleh kelompok yang menolak wacana dan isu penundaan Pemilu atau jabatan Presiden 3 periode cenderung mengandung unsur kebohongan karena tidak mencerminkan realitas yang sebenarnya,” ujarnya.

Hal ini sangat berbahaya karena berpotensi munculnya gejolak yang tak perlu di kalangan masyarakat. Sementara kata Edi, pemerintah Presiden Jokowi sudah menyatakan taat konstitusi dan Pemilu tetap digelar tahun 2024.

“Di mana Pemerintah sudah tegas menetapkan pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 dan Pilkada di bulan September 2024,” tandasnya.

Lebih lanjut, Rouf menyatakan bahwa pihaknya ingin agar ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat dikembalikan kepada ranah yang benar.

“JAKPER berkomitmen untuk mengembalikan semangat, spirit, dan subtansi kebebasan berpendapat sebagai prinsip demokrasi harus dikembalikan pada koridor yang sebenarnya, yakni bebas dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Sekaligus ia meminta agar wacana penundaan pemilu maupun perpanjangan masa jabatan Presiden 3 periode dihentikan. Apalagi Presiden Joko Widodo secara langsung menyatakan akan taat pada konstitusi, sekaligus pelaksanaan pemilu 2024 terap berjalan sesuai kesepakatan antara KPU Bawaslu bersama Kemendagri dan Komisi II DPR RI awal tahun lalu.

“Meminta dan mendesak kepada berbagai kalangan agar menghentikan wacana dan diskursus tentang penundaan Pemilu atau jabatan Presiden 3 periode, karena hal tersebut sudah tidak faktual dan aktual serta menghabiskan energi kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.