banner 728x250

Di Depan Mahasiswa Pascasarjana UI, Deputi II BNPT Cerita Pengalaman Hadapi Kriminalitas

427 x dibaca
ibnu suhaendra
Irjen pol Ibnu Suhaendra.
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, Inisiatifnews.com – Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Ibnu Suhaendra memberikan keynote speech di acara peluncuran buku “Berjalan Bersama Korban: Sejuta Jalan Hadirkan Keadilan” karya para mahasiswa Pascasarjana Universitas Indonesia.

Dalam kesempayan itu, lulusan Akpol tahun 1993 tersebut menyampaikan bahwa ia memiliki concern tersendiri terkait dengan persoalan kriminologi, apalagi dia merupakan salah satu perwira Polri yang banyak berkecimpung di bidang reserse sepanjang berdinas di korps Bhayangkara. Mulai dari kasus kejahatan biasa, narkotika dan sebagainya.

banner 325x300

“Saya sebagai polisi yang bertugas pada bidang reserse saat itu langsung berhadapan dengan berbagai kejahatan, penyimpangan, dan pelanggaran,” kata Irjen pol Ibnu, Senin (4/4).

Kemudian, ia pun akhirnya sangat familiar dengan situasi para korban dari kasus tindak kriminalitas yang ada. Maka dari itu, ia sangat mengapresiasi ketika para Mahasiswa memiliki concern yang sama dalam membedah berbagai kasus kriminalitas terutama dengan mengangkat sisi para korban.

Tidak hanya di reserse saja, Irjen Pol Ibnu juga menceritakan bagaimana pengalamannya saat berkecimpung dengan Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88 AT) Mabes Polri. Banyak kasus terorisme pernah ia hadapi, termasuk yang sangat dahsyat adalah kasus bom Bali yang dilakukan oleh kelompok Jamaah Islamiyah (JI), kemudian kasus-kasus terorisme lainnya di Poso, kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Jamaah Ansharud Daulah (JAD) dan sebagainya.

Dari berbagai kasus kriminalitas itulah, Irjen Pol Ibnu mengatakan bahwa korban selalu ada, dan bahkan mereka tidak hanya mengalami kerugian materi saja, tapi juga kerugian non materi lainnya.

“Korban menjadi unsur yang tidak terelakkan dalam setiap kejahatan yang kami tangani. Kami menyaksikan bagaimana seorang korban menderita secara material maupun non-material, secara fisik maupun psikologis,” imbuhnya.

Terakhir, Irjen pol Ibnu mengaku sangat senang dengan hadirnya buku tersebut dan buku-buku lain yang berkaitan dengan kriminalitas dan penanganan korban dapat menjadi bahan diskusi demi pembelajaran dan penentuan kebijakan yang nantinya akan diambil.

“Hati saya langsung tergerak pada bagaimana upaya-upaya kami dalam menghadirkan kebijakan yang menjamin keamanan, perlindungan, kompensasi serta bentuk-bentuk pelayanan lain yang berhak diterima korban,” ucapnya.

Irjen Pol Ibnu menyadari bahwa masukan, perspektif dan gagasan yang konstruktif dari rekan-rekan akademisi diperlukan untuk terus meningkatkan pelayanan, perlindungan serta keberpihakan pada korban kejahatan.

“Dengan demikian, korban merasa semakin aman dan terjamin saat mencari keadilan melalui sistem hukum di Indonesia,” pungkasnya.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.